金曜日, 3月 10, 2006

legs


malam semakin larut. perlahan pagi terjemput. kanal skype mulai menguapkan panas yang sedari tadi mendominasi hawa perbincangan kami. satu-satu id di ruang konferensi menghilang, pergi menyongsong mimpi. "some people want to turn our country into Afghanistan, and some of them are our own friends," ujar salah seorang id sebelum ia menghilang. tinggallah kami berdua. aku dan si gadis seksi.

ia, yang tak ingin menampakkan wajahnya di kamera (beberapa diantara kamu mungkin sadar bahwa sangat sulit menampakkan sisi tercantik kamu dalam kamera web, apalagi bila kamu telah mengenakan krim malam dan mengikat rambut kamu ke belakang), mulai bergumam tak tentu arah. "dunia emang nggak adil..." "hum?" "buat cewek-cewek yang udah seksi dari sononya... (tertawa kecil sebentar) semuanya serba salah..." aku menunggunya melanjutkan keluhan, ia diam. "maksud lo?" ia masih diam. "maksud lo... " "it's just... (ia mengeluh) being a woman is not easy here, but being a hot chick is worse!" ia tertawa, aku turut tertawa. "it's still about that bill, eh?" "wup.. eh.. no... yes..." aku tertawa lagi, ugh... perbincangan kami ternyata memang masih di seputar itu.

dunia memang penuh dengan hal-hal mengagumkan. aku dan si gadis seksi yang telah saling mengabaikan selama lebih dari hitungan tahun (lebih disebabkan jalan yang kami tempuh dan kesibukan kami di jalan masing-masing), kembali dipertemukan di ruang maya. bermula dengan saling menyapa, intim pun akhirnya menghampiri kami, hingga malam-malam ketika ia harus lembur di ruang kantornya di Jakarta sana pun sebagian kami isi dengan perbincangan. lalu ide untuk menjalin kembali id-id yang dulu akrab dan kini terserak pun muncul, hingga hari ini ia menyediakan ruang konferensi untuk kami semua.

awalnya konferensi berisi pertukaran informasi seperti ini: "eh, si A sekarang anaknya udah dua, loh... t'rus si B kabarnya dua bulan lalu pindah ke Surabaya, jadi sekarang he's a weekend husband, kesian juga ya istrinya ditinggal di Jakarta... oh, iya... si C yang dua bulan lalu nikah sekarang udah isi loh, eh... ada yang tahu kabar si D, nggak? aku terakhir kali kontak kira-kira setengah tahun lalu, abis itu terputus, kabarnya sih dia sekarang tinggal di tempat suaminya di Afrika, oh... trus kalo si E udah berangkat ke Ostrali belum? inget si F yang dulu brenti kuliah di tengah jalan gara-gara ikut pacarnya ke Amerika, kan? sekarang udah balik Indo, loh... blah-blah-blah yada-yada-yada..." informasi yang bisa saja saling dipertukarkan sembari main poker bersama, atau mengambil jemuran, atau bersantai di cafe, atau...

lalu, seolah diberi aba-aba, lelaki-lelaki dari masa lalu pun bergabung. perbincangan pun mulai mengarah pada wacana tertentu, hingga akhirnya kami berbincang mengenai negeri. ya, negeri! beberapa perempuan mengeluh tentang bagaimana negeri ini telah diwarnai violent culture. aku, untuk mengimbangi diskusi yang tengah berlangsung, mengadu tentang suami (yang percaya bahwa acara di televisi dapat mewakili kebudayaan suatu bangsa secara umum) yang terkejut melihat televisi di negeri kita didominasi sinetron yang mengumbar amarah dan kekerasan, serta menawarkan agama sebagai solusi atas rongrongan kejahatan mistis. hampir tak ada acara televisi yang peaceful di sana, yang mengajarkan secara tidak langsung tentang inochi wo taisetsu ni suru koto.

lalu entah mengapa perbincangan tentang violent culture itu berbelok ke permasalahan RUU APP. mula-mula hangat, lalu memanas seperti perbincangan di milis-milis. lalu id-id itu mulai saling mengejek, saling menuding. ah...

"Si! Tusi!" si gadis seksi memanggilku setengah berteriak, "kok jadi diem-dieman gini sih kita?" "Oops! bukannya elo yang tadi pengen ngomong sesuatu..." "iya, RUU itu sebenernya cuma memojokkan perempuan. well, nggak semua pasal sih... gue setuju-setuju aja kalo mereka mo ngelarang orang having sex in public atau bikin foto porno, tapi kalo mereka mo ngatur masalah berpakaian segala... uh-huh, that is really ridiculous!" ia berhenti sebentar, "coba elo pikir, orang-orang seperti kita ini yang bakal paling terancam..." "eits! k-kita?" "hum... oh... well, gue!" kami terbahak. "most of the time, walau gue ngerasa pake baju normal, orang-orang udah mendelik ngeliat gue, Si! lo tau maksud gue, kan?" "heeh, ok." "gue nggak perlu ngeliatin paha atau pantat seperti yang tertulis di RUU itu untuk dibilang seksi, gue pake rok aja, yang cuma kelihatan betis, kadang udah dibilang seksi..." aku tersenyum dibalik microphone-ku, "well, when other women are tryin to town up their things, i am always the one who has to town down mine... and that's just... that's just... unfair..." aku turut menghela nafas, "...and i hate that."

well, somehow... i know how it feels...

"Si!" teriaknya lagi, "kok elo nggak komentar tadi... about that bill? you're being apathetic, huh?" aku menarik nafas terdalam, mengeluarkan sesak. "maybe you're right 'bout me being apathetic... and i think what ***** said was also right... some people want to turn our country into Afghanistan..." "...and some of them are our own friends, yes!" sambungnya.

...

"Si, why would men think that legs are sexy?"

9 コメント:

Dodol Surodol さんのコメント...

Nggak mau komen dulu deh. Lho, trus kok nulis? Iya, cuma mau bilang bahwa apapun bisa terasa seksi buat cowok (dan mungkin juga cewek) kalo momennya tepat.

Contohnya guru gua di LIA dulu. Suatu hari gua merhatiin dia ngomong sambil ngebalik-balik halaman materi. Seksi, 'bo! Padahal lagi ngebahas soal Kesultanan Brunei dan lapangan terbang.

celestialjewel さんのコメント...

dodol: heeh, gw sependapat. gak perlu diumbar pun pasti ada celah bwt org keliatan seksi...

btw, thanks for the info (on your web), sayang gw alergi seafood...

snydez さんのコメント...

yah, pada dasarnya, perempuan (secara utuh) adalah hal yang seksi

udah dasarnya ;)

windede さんのコメント...

sensualitas dan erotisme memang ada di wilayah pikiran. kalo mau ngeres... melihat lekuk buah apel aja bisa membangkitkan aura berahi...

pemerintah memang kelewat kurang kerjaan ngurusin soal ini.

Sari さんのコメント...

Hi salam kenal ...

postingannya enak dibaca.. :-)
gak ngebosenin..

Mixed couple juga ya..udah gabung ke dim-c.com belum ?

Itu komunitas mixed couple indonesia yang tersebar di semua benua.

Aulia A Muhammad さんのコメント...

setuju abiz dab!

celestialjewel さんのコメント...

sari, makasih... dim-c baru denger tuh, tar coba gabung ah...

aulia, sip!

Alang さんのコメント...

Hm... aku gak ngerti... kamu kok bisa nulisnya bisa telaten, mungkin karna kamu orangnya gak bermasalah yah...

celestialjewel さんのコメント...

Hai, Alang... kalo nggak bermasalah namanya bukan orang dong *smile*
alesan kenapa suka nulis simply because... i like it. niwei, thanks ya...

自己紹介

iisy
indonesian, living in philadelphia, tourism researcher, urban tourist, true lover of heels (as you may guess, i'm petite)
詳細プロフィールを表示